Kota Banda Aceh

Banda Aceh terletak di lokasi yang strategis bagi pintu masuk di Selat Malaka. Banda Aceh juga memiliki daya tarik secara islami sebagai kota syariah satu-satunya di Indonesia, sehingga mendapat sebutan Serambi Mekah. Namun, tahun 2014 bencana tsunami melanda sebagian kota, dan meninggalkan luka yang mendalam. Banyak peninggalan tsunami yang kini cukup ramai dikunjungi warga, sebagai wisata. Keistimewaan tersebut membuat Banda Aceh mengembangkan kotanya sebagai Kota Wisata Islami Berketahanan.

Kawasan prioritas terpilih untuk program penanganan kumuh adalah kawasan Peunayong, dengan luas 16,33 Ha. Peunayong memiliki nilai sejarah atau berfungsi sebagai kawasan heritage Kota Banda Aceh. Kawasan Peunayong merupakan kawasan yang didominasi oleh kegiatan perdagangan dan jasa, sebagai pusat kuliner serta mencari oleh-oleh, hal ini dapat dilihat dari adanya Pasar Peunayong, pasar besar tempat jual beli warga Banda Aceh. Kawasan Peunayong terletak berdekatan dengan area wisata Masjid Baiturrahman dan Museum Tsunami Aceh, serta berada di tepi Sungai Krueng Aceh.