Urban Development and Management Advisory (UDMA)

Urban Development and Management Advisory (UDMA) memiliki peran penting dalam melaksanakan fungsi KEMITRAAN HABITAT.

UDMA berperan membantu daerah (pemda dan masyarakat) untuk memanfaatkan potensi sebesar-besarnya dalam pengelolaan dan pembangunan kota dengan menggunakan pendekatan kemitraan.

Merupakan mitra daerah sekaligus yang mampu menghubungkan daerah dengan pusat, pemerintah dengan swasta, perguruan tinggi, dan masyarakat, dan antar-sektor.

Gambar Ilustrasi UDMA

Sejak tahun 2015, Kemitraan Habitat mendampingi pembangunan permukiman dan perkotaan di enam kota yaitu Kota Banjarmasin, Kota Bogor, Kota Malang, Kota Palu, Kota Mataram dan Kota Banda Aceh. Tiap daerah memiliki tipikal pembangunan dengan lokalitas daerahnya masing-masing, serta memiliki Key Performance Indicator (KPI) sebagai berikut:

  1. Mempercepat pencapaian daerah dalam melaksanakan program 100-0-100 (100% air bersih, 0% permukiman kumuh dan 100% akses sanitasi).
  2. Mengefektifkan kelembagaan UDMA daerah dalam mendukung Pemerintah Daerah termasuk knowledge management-nya.
  3. Meningkatkan sumber daya daerah dalam program permukiman 100-0-100, meliputi APBD, BUMD/BUMN, swasta dan masyarakat serta APBN.

UDMA juga merupakan instrumen untuk mengimplementasikan New Urban Agenda di Indonesia, melalui:

  1. Advokasi Daerah
    a. Pelibatan berbagai pemangku kepentingan
    b. Partisipasi masyarakat/komunitas
  2. Pra-Desain
    a. Pro rakyat miskin
    b. Infrastruktur dasar
    c. Meningkatkan kemajuan di masyarakat
  3. Pengembangan Kemitraan
    a. Menyusun matriks program yang terintegrasi
    b. Menghubungkan pemangku kepentingan

Gambar-Kota-Pendampingan-UDMA-2

Kota Pendampingan UDMA